Rabu, 15 April 2015

Mas Akbar dan Dhe Affan...khitan

Hari ini, tanggal 12 Juli 2009...mas Akbar dan dhe Affan (mamanya tentu saja) mengadakan syukuran karena pada tanggal 5 Juli yang lalu mereka berdua sudah dikhitan...Alhamdulillah


Sayang sekali, kami sekeluarga (mama ririn, papa kris, sisca, saga dan saka) tidak bisa datang berkumpul bersama yang lain...karena liburan sekolah sudah habis...(hiks hiks...)


Ibu/embah uti dan saudara yang lain hari ini sedang berkumpul di graha bintaro...


Selasa, 15 November 2011

3 Syawal 1432H... Semua untuk Finan

Kamis malam tanggal 2 syawal 1432H adalah hari dan malam yang paling galau untuk mama maya mamanya Finan, ponakanku tersayang. Mungkin dalam seumur hidupnya yang menginjak tahun ke 36, malam itu adalah malam yang paling melelahkan, karena anak semata wayangnya, Finan akan di sunat besok harinya. Sementara si bocah petualang Finan tidak berada di sampingnya karena mamanya dan Finan pisah rumah. Hehehe.... Yap, mama yang menginap di rumah ibu tercinta di kembaran, sementara Finan masih belum mau dipisahkan dengan "Team Obrak Obrik Rumah"nya di embah uti satunya yang tidak lain adalah ibunda tercinta... Embah Uti/Ibunda Soekarsih Rasman kami yang sangat kami sayangi.


Embah Uti berdoa untuk Finan supaya sunatnya lancar

Malam itu semua tertidur lelap, begitu juga Finan tidak sedikitpun kulihat ketakutan seperti yang biasa ditampakkan di raut muka anak kecil yang hendak disunat esok harinya. Bahkan terlihat pulas dan tenang karena kelelahan bermain sepanjang hari bersama kakak-kakaknya.
Sampai akhirnya kokok ayam berbunyi, semua sibuk. Budhe Wiwin terlihat paling sibuk diantara kami, karena harus keluar masuk bakery untuk membeli kue tart dan keluar masuk rumah makan untuk memesan ingkung ayam. Kubangunkan satu persatu anak-anakku dan semua ponakanku. Sampai akhirnya selesai semua dan berangkat ke tempat praktek dokter sunat yang sudah dipesan mama Maya. Dan Finan memang jagoan, tidak ada tangis sedikitpun sampai dokter selesai menjahit ketika dia selesai di sunat.


Disunat sambil main PSP ditungguin pakdhe Anto dan mas Aan

Dari tempat praktek dokter, rombongan mengantar Finan ke rumah embah utinya di Kembaran. Mama Maya sudah menunggu dengan bercucuran air mata karena haru. Sayang sekali, aku, budhe Ririnnya tidak bisa ikut menikmati momen ini karena harus menunggui ibunda tercinta yang baru saja operasi satu bulan yang lalu. Mungkin memang sudah seharusnya begitu, karena seandainya budhe Ririn ada disana, pasti akan malu karena tangisnya akan melebihi tangis yang mama Maya punya... Budhe Ririn memang gampang sekali menangis. Hihihi....

Rabu, 05 Agustus 2009

Liburan di rumah Embah

Alhamdulillah, liburan tahun ini kami dapat berkumpul bersama saudara2 kami di rumah Embah di Kalimanah ... kami bersyukur karena anak2 kami yg lahir dan besar di kota, ternyata sangat menikmati liburan tahun ini dengan berkumpul bersama saudara-saudara mereka di kampung halaman kami.






Kamis, 15 Januari 2009

Doa di hari yang fitri : 1 Syawal 1429H

Terima kasih Ya Allah, kami masih bisa merasakan nikmatMu di hari yang fitri ini.....

Walaupun sebagian dari kami sholat 'iedul fitri terpisah dari embah uti dan saudara yang lain, tapi kami semua masih merasakan nikmatMu Yang Sangat Berlimpah..

Kami yakin Engkau masih sangat menyayangi kami
dan semua yang kami alami adalah wujud kasih sayangMu kepada kami...

Terima kasih telah memberi kami seorang ibu yang sangat tegar...
Terima kasih telah memberi kami saudara yang sangat penyayang...
Terima kasih telah memberi kami anak yang sangat pengertian..
Terima kasih telah memberi kami pelajaran tentang banyak hal..

Ketika kami semua mendapat cobaanMu,
Kami mencari sebaik-baik penolong..
dan kini Engkau telah datang menolong kami

Ampunkanlah kami Ya Allah, karena hanya Engkau yang tahu isi hati kami
Ampunkanlah juga kalau air mata ini tak dapat kami bendung mengharap belas kasihMu
Tiada satupun kesombongan yang dapat kulakukan dihadapanMU
maupun pada semua umat manusia yang lain
dan hanya padaMu aku berserah diri

Ya Allah, Ya Robbi, hapuskanlah duka kami
Engkau telah tahu siapa kami, tanpa kami mengatakannya
Ya Allah, kabulkanlah permintaan kami ini dengan segala keridlaanMU

Hasbunallah wa ni'mal wakiil, ni'mal maula wa ni'mannasyiir

Amiin

Minggu, 07 September 2008

Lukisan Alam


Hidup tidak selalunya indah, Langit tak selalu cerah
Suram malam tak berbintaaaang
Itulah lukisan alam, begitu aturan Tuhan (Allah swt)

Jadilah.............dan lemah lembut
.................................,
bagai karang didasar laut ......................................

Dalam suka hitunglah kesyukuranmu
Dalam senang awasi kealphaanmu
Setitis derita melanda, Segunung kurniaaNya
(Dalam diam taburkanlah baktimu
Dalam tenang buangkanlah amarahmu
Suburkanlah sifat sabar di dalam jiwamu itu)

Usah mengharapkan kesenangan, dalam perjuangan penuh pengorbanan
Usah dendam berpanjangan, Maafkan kesalahan insan
Begitu ajaran Tuhan (Allah swt)

Hasbiyallah, Hasbunallah
Hasbi Robbi Jalallah...Ya Allah

Itulah Lukisan Alaaaam...


(Lagu ini begitu menyentuh hati kami sekeluarga (supaya kami selalu ingat untuk bersyukur, sekalipun dalam menghadapi ujianNya), Allah swt sedang menguji kami terutama Ibu kami dan adik kami beserta keluarga.
"Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan" (QS Al Insyiroh 4-5).
Mudah-mudahan Allah swt memberikan kemudahan dan kekuatan, Amiin. Hasbunallah wa ni'mal wakiil, Ni'mal maula wa ni'mannasyiir)

Rabu, 27 Agustus 2008

Kangen Embah Uti


Menjelang bulan suci Romadhon seperti ini, biasanya yang paling dikangeni mama adalah pulang ke rumah embah yang sejuk, nyaman, dan asri. Enak sekali untuk merefleksikan diri dan beribadah dengan tenang...sangat ni'mat. Apalagi rumah embah dilengkapi mushola yang bisa menampung sekitar 75 orang, jadi kalo sholat tarawih kita tinggal jalan ke samping rumah.


Kalo anak-anak embah sudah pulang semua, wah..makan sahur enggak terasa ngantuk, rame sekali.
Seperti tahun ini, rasa kangen mama terhadap embah uti seperti sudah tidak bisa terbendung, lebih terasa lagi 2 tahun belakangan ini yaitu sejak embah kakung meninggal. Mama sedih, embah uti pasti sangat kesepian, makan sahur sendiri, buka puasa sendiri, I'tikaf sendiri...paling-paling sholat subuh, sholat maghrib, sholat isya' dan sholat tarawih yang agak rame karena banyak orang datang untuk sholat berjama'ah di mushola.
Anak embah ada 8, mama adalah anak yang ke 6, tinggal di Surabaya. 7 anak embah yang lain, tinggalnya di Jakarta. Semua sudah memberi tawaran ke embah uti untuk tinggal bersama, tetapi embah selalu menolak dengan alasan embah ingin beribadah dengan khusyuk. Kalo harus tinggal dengan anak dan cucu, pasti ibadahnya akan terganggu.
Embah uti memang pantas menjadi teladan untuk anak-anaknya, kami menjadi seperti sekarang ini, karena diiringi doa tulus dari embah uti. Tidak putus-putusnya beliau mendoakan kami. Dari dulu, embah uti selalu bangun tengah malam untuk sholat, membaca ayat suci Al Qur'an atau membisikan doa-doa ditelinga kami, demi kebaikan kami.
Rosulullah saw bersabda : Orang yang harus kita pergauli dengan baik adalah, ibu, kemudian ibu, lalu ibu baru ayahmu (kurang lebih seperti itu)...Mudah-mudahan ibu tidak kecewa terhadap kami. Ibu, seringkali kami membuatmu marah, membuat air matamu menetes, membuatmu bersedih, betapa kami sudah durhaka kepadamu...Ampuni kami ibu..Ampuni kami Ya Allah..Astaghfirullah!!!

Kamis, 05 Juni 2008

Melihat makam embah kakung



Pertengahan bulan Mei kemarin, SisSagSak liburan karena ada Ujian Nasional anak-anak kelas VI. Kebetulan Om Nusi (siapa ya?) juga mengambil libur cuti untuk menemani mereka menikmati liburan (walaupun belum UAS, santai aja lagi!). Akhirnya jadilah kami berangkat liburan ke Ungaran dulu (mengunjungi embah kakung dan embah uti yang disana). Dua hari kemudian baru kami jalan menuju Purbalingga untuk melepas rindu dengan embah uti. Sayangnya mbak Sisca nggak ikut, soalnya mbak Sisca lebih memilih liburan ke Jakarta bersama mbak Ila, mbak Lyra, mbak Gebi, mbak Huba, budhe Nunung, budhe Uning, Bu Wiwin, Budhe Pipin...dan semua yang di Jakarta. Mbak Sisca bersama-sama embah Uti dan embah Kakung Ungaran berangkat ke Jakarta naik kereta, kami berangkat ke Purbalingga naik mobil. Alhamdulillah, kami sampai di Kalimanah, embah uti sehat.....! Di sana kami berpetualan ke Gua Lawa ( ceritanya ada di blog kami http://www.sissagsak.blogspot.com/). Setelah 3 hari bersama embah uti (dengan berat hati) kami berpamitan untuk pulang ke Ungaran lagi karena harus jemput mbak Sisca dulu. Sebelum pulang kami melihat makam embah kakung........walaupun kami tidak bisa bertemu embah kakung lagi, dengan melihat makamnya dan selalu berdoa untuknya rasanya kangen ini sedikit terobati. Di makam, kami juga melihat makamnya eyang, embah buyut, budhe, pakdhe.....banyak deh, intinya dengan melihat makam-makam itu jadi mengingatkan kita bahwa suatu saat kita juga akan mengalami yang seperti itu. Dan, artinya kita tidak boleh menyia-nyiakan waktu yang telah diberikan oleh Allah SWT kepada kita untuk selalu beribadah kepadaNya.....Amiiin.
Sayangnya, setelah kami pulang dari Purbalingga, embah uti tercinta sakit perutnya, dan yang tadinya ada rencana mau ke Surabaya jadi tertunda....sediiih sekali rasanya tidak bisa menemani embah uti diwaktu sakit. Dan mama menyesal sekali soalnya waktu di Kalimanah embah uti dikasih es duren sama mama. Walaupun embah uti makan sedikiiit sekali, ternyata itu membuat embah sakit perutnya. Mudah-mudahan cepat sehat dan cepat ke Surabaya ya embah...........................