Sabtu, 07 Mei 2016

Wiro Sableng #117 : Muka Tanah Liat

Wiro Sableng #117 : Muka Tanah Liat Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

Episode : PETUALANGAN WIRO DI LATANAHSILAM

"LUHCINTA, MENGENAI PERISTIWA Dl TELAGA ITU. AKU BERSUMPAH AKU TIDAK PUNYA NIAT DENGAN SENGAJA HENDAK MENGINTIP KAU MANDI..." NAGA KUNING, SI SETAN NGOMPOL DAN BETINA BERCULA JADI SALING PANDANG MENDENGAR KATA-KATA SI PENOLONG BUDIMAN ITU. "TIDAK DISANGKA, JAHIL JUGA SI MUKA COMBERAN KERING INI!" KATA SETAN NGOMPOL KERAS-KERAS HINGGA SI PENOLONG BUDIMAN MENDENGAR. "KALAU SAJA DIA MENGINTIP DIRIKU TENTU AKU PERSILAKAN DENGAN DUA TANGAN DAN DUA PAHA TERBUKA!" KATA SI BETINA BERCULA LALU TERTAWA CEKIKIKAN. "RUPANYA DIA TAHU JUGA BETIS MULUS DAN JIDAT LICIN YANG ASLI! HIK... HIK... HIK!" "KAKIMU BERBULU, JIDATMU ATAS BAWAH BERAMBUT! SIAPA SUDI MENGINTIP MONYET JANTAN MANDI!" KATA NAGA KUNING YANG MEMBUAT BETINA BERCULA PELOTOTKAN MATA DAN HENDAK MEREMAS BAGIAN BAWAH PERUTNYA.



PENDEKAR 212 Wiro Sableng memandang seputar telaga lalu berpaling pada nenek muka kuning di sampingnya yang tegak setengah termenung dan unjukkan wajah muram.

"Nek, kau yakin memang di sini Hantu Langit Terjungkir berada sebelumnya?"

Si nenek muka kuning yang bukan lain adalah Hantu Selaksa Angin Alias Hantu Selaksa Kentut dan bernama asli Luhpingitan tidak segera menjawab. Sepasang matanya yang kuning menyapu seantero telaga. Sambil pandangi air telaga yang bening kebiruan dari mulutnya keluar suara mend
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #117 : Muka Tanah Liat Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Jumat, 29 April 2016

Wiro Sableng #9 : Rahasia Lukisan Telanjang

Wiro Sableng #9 : Rahasia Lukisan Telanjang Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

LANGIT terang cerah tiada berawan. Matahari bersinar megah. Serombongan burung-burung pipit berarak dari arah tenggara lalu lenyap di langit sebelah barat. Seorang pemuda gagah berjalan lenggang kangkung seenaknya di satu lamping gunung. Keterikan sinar matahari tiada diperdulikannya. Bahkan sambil berjalan itu dia bersiul-siul entah membawakan lagu apa. Suara siulannya menggema sepanjang jalan seantero lamping gunung.

Bila seorang tokoh silat dunia persilatan mendengar suara siulan yang keras tiada menentu itu, segera dia akan maklum bahwa orang yang mengeluarkan siulan itu bukan lain daripada Wiro Sableng, pemuda gagah yang bergelar Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212.

Di satu tempat Wiro hentikan langkahnya. Dia memandang ke bawah. Luar biasa sekali keindahan alam yang dilihatnya. Pohon-pohon menghijau di kejauhan. Di utara dua buah gunung menjulang tinggi laksana raksasa penjaga negeri. Di barat sebuah sungai laksana seekor ular besar meliuk-liuk memantulkan cahaya putih perak karena ditimpa sinar matahari.

Wiro menyeka peluh yang mencucur di keningnya dengan ujung sapu tangan putih penutup kepalan
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #9 : Rahasia Lukisan Telanjang Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Kamis, 16 April 2015

Selamat Jalan Embah Putri

Diary?

"8/8/'13
happy ied al-fitri
hari ini mbah uti tiba-tiba minta foto habis kita semua shalat ied
well, lil bit shocking ke-inget jaman mbah kakung dulu...
but ya kita ngga mikir macem-macem, just really happy she ask(:

26/8/'13
hari ini mama mau ke jakarta nengokin mbah, but idk why rasanya pengen banget ikut, tp as always ngga boleh
malemnya pas udh otw stasiun, mama lupa bawa ktp padahal udh 1jam sebelum keretanya berangkat, akhirnya balik lagi ke rumah
alhamdulillah masih sempet mama sampe di stasiun tepat pas penumpang di suruh segera naik ke kereta
pulangnya dari anter mama, aku ada pr matematika tp berasa that was really doesn't matter padahal pr nya banyak banget *skip

27/8/'13
pagi ini..... rasanya males banget sekolah, kepikiran mama di jkt mulu, pr matematika jg belum di kerjain
but begitu di sekolah, rasanya tenang banget duduk di bangku, buku matematika masih rapi di dalem tas padahal temen2 yg lain udh pada sibuk ngerjain, entahlah
jam 9.30, pelajaran pkn (pelajaran sebelum matematika) presentasi
sambil nunggu presentasi, aku duduk di bangku paling belakang, ngebuka laptop sok ngerjain padahal buka hp
iseng liat recent updates bbm, budhe pipin nulis "innalillahi wa inna ilaihi rooji'uun" dan lgsg 'deg' lalu aku bbm budhe "siapa meninggal budhe?"
jawaban budhe.... "mbah uthi, chika".....astaghfirullah, istighfar-istighfar but still aku ngga percaya, then aku mastiin bbm mama nanyain mbah, aku nunggu balesan mama sampe mama jawab..... "mbah udh ngga ada, kak.. tadi jam 8:35.. maafin salah mbah ya, doain terus" and then 'tes', yallah innalillahi....
saat itu juga aku di jemput bapak pulang (tepat sebelum pel. matematika), nangis deres di mobil dan langsung otw purbalingga
bener2 yallah sepanjang perjalanan aku masih juga ngga percaya sampe akhirnya waktu udh di pbg i finally realised........ mbah memang sudah ngga ada"


innalillahi wa inna ilaihi rooji'uun
telah berpulang ke rahmatullah, nenek/ibu kami tercinta hari selasa lalu (27/8) pukul 8:35 di Rumah Sakit M. Thamrin, Jakarta

astaghfirullah, cepat sekali mbah pulang
cepat sekali mbah kembali
mbah, aku belum sempet rawat mbah yg bener, belum sempet jagain mbah lebih lama, belum sempet lihat mbah buat terakhir kalinya, belum bisa hijab sebelum mbah meninggal..
mbah maafin chika ya mbah, chika banyak banget salah sama mbah
aku suka nakal, suka shalat nunda-nunda, suka lelet kalo di suruh mbah
tapi aku sayang sama mbah, kita semua sayang sama mbah, aku masih betah di omelin mbah, masih pengen di nasihatin mbah, masih mau nyiumin mbah
maaf ya mbah, chika tau mbah ngga suka tapi chika masih suka nangis kalo inget sama mbah, inget nasihat2 nya mbah buat kita, nangis setiap habis shalat, nangis di pemakaman, nangis waktu nulis post ini

tapi mbah tenang aja ya mbah, kita sudah ikhlas kok mbah
mbah sudah tenang di sana kan? sudah nemenin mbah kakung di sana, kita semua lega
kita bakal doa dan selalu doa, nuntun mbah sampai di pangkuan-Nya
kami semua mencintaimu, mbah putri
Ya Allah Ya Rabb, berilah tempat yang mulia untuk nenek/ibu serta kakek/ayah (yg juga pergi 7tahun yg lalu) kami tercinta, di sisi-Mu
jadikanlah mereka berdua bagian dari orang-orang yang engkau cintai
terimalah amal dan ibadah mereka di dunia
serta jauhkan mereka dari api neraka
amin
 
(diambil dr blog Sisca : Siscamorfosa.blogspot.com)

Rabu, 15 April 2015

Mas Akbar dan Dhe Affan...khitan

Hari ini, tanggal 12 Juli 2009...mas Akbar dan dhe Affan (mamanya tentu saja) mengadakan syukuran karena pada tanggal 5 Juli yang lalu mereka berdua sudah dikhitan...Alhamdulillah


Sayang sekali, kami sekeluarga (mama ririn, papa kris, sisca, saga dan saka) tidak bisa datang berkumpul bersama yang lain...karena liburan sekolah sudah habis...(hiks hiks...)


Ibu/embah uti dan saudara yang lain hari ini sedang berkumpul di graha bintaro...


Selasa, 15 November 2011

3 Syawal 1432H... Semua untuk Finan

Kamis malam tanggal 2 syawal 1432H adalah hari dan malam yang paling galau untuk mama maya mamanya Finan, ponakanku tersayang. Mungkin dalam seumur hidupnya yang menginjak tahun ke 36, malam itu adalah malam yang paling melelahkan, karena anak semata wayangnya, Finan akan di sunat besok harinya. Sementara si bocah petualang Finan tidak berada di sampingnya karena mamanya dan Finan pisah rumah. Hehehe.... Yap, mama yang menginap di rumah ibu tercinta di kembaran, sementara Finan masih belum mau dipisahkan dengan "Team Obrak Obrik Rumah"nya di embah uti satunya yang tidak lain adalah ibunda tercinta... Embah Uti/Ibunda Soekarsih Rasman kami yang sangat kami sayangi.


Embah Uti berdoa untuk Finan supaya sunatnya lancar

Malam itu semua tertidur lelap, begitu juga Finan tidak sedikitpun kulihat ketakutan seperti yang biasa ditampakkan di raut muka anak kecil yang hendak disunat esok harinya. Bahkan terlihat pulas dan tenang karena kelelahan bermain sepanjang hari bersama kakak-kakaknya.
Sampai akhirnya kokok ayam berbunyi, semua sibuk. Budhe Wiwin terlihat paling sibuk diantara kami, karena harus keluar masuk bakery untuk membeli kue tart dan keluar masuk rumah makan untuk memesan ingkung ayam. Kubangunkan satu persatu anak-anakku dan semua ponakanku. Sampai akhirnya selesai semua dan berangkat ke tempat praktek dokter sunat yang sudah dipesan mama Maya. Dan Finan memang jagoan, tidak ada tangis sedikitpun sampai dokter selesai menjahit ketika dia selesai di sunat.


Disunat sambil main PSP ditungguin pakdhe Anto dan mas Aan

Dari tempat praktek dokter, rombongan mengantar Finan ke rumah embah utinya di Kembaran. Mama Maya sudah menunggu dengan bercucuran air mata karena haru. Sayang sekali, aku, budhe Ririnnya tidak bisa ikut menikmati momen ini karena harus menunggui ibunda tercinta yang baru saja operasi satu bulan yang lalu. Mungkin memang sudah seharusnya begitu, karena seandainya budhe Ririn ada disana, pasti akan malu karena tangisnya akan melebihi tangis yang mama Maya punya... Budhe Ririn memang gampang sekali menangis. Hihihi....

Rabu, 05 Agustus 2009

Liburan di rumah Embah

Alhamdulillah, liburan tahun ini kami dapat berkumpul bersama saudara2 kami di rumah Embah di Kalimanah ... kami bersyukur karena anak2 kami yg lahir dan besar di kota, ternyata sangat menikmati liburan tahun ini dengan berkumpul bersama saudara-saudara mereka di kampung halaman kami.






Kamis, 15 Januari 2009

Doa di hari yang fitri : 1 Syawal 1429H

Terima kasih Ya Allah, kami masih bisa merasakan nikmatMu di hari yang fitri ini.....

Walaupun sebagian dari kami sholat 'iedul fitri terpisah dari embah uti dan saudara yang lain, tapi kami semua masih merasakan nikmatMu Yang Sangat Berlimpah..

Kami yakin Engkau masih sangat menyayangi kami
dan semua yang kami alami adalah wujud kasih sayangMu kepada kami...

Terima kasih telah memberi kami seorang ibu yang sangat tegar...
Terima kasih telah memberi kami saudara yang sangat penyayang...
Terima kasih telah memberi kami anak yang sangat pengertian..
Terima kasih telah memberi kami pelajaran tentang banyak hal..

Ketika kami semua mendapat cobaanMu,
Kami mencari sebaik-baik penolong..
dan kini Engkau telah datang menolong kami

Ampunkanlah kami Ya Allah, karena hanya Engkau yang tahu isi hati kami
Ampunkanlah juga kalau air mata ini tak dapat kami bendung mengharap belas kasihMu
Tiada satupun kesombongan yang dapat kulakukan dihadapanMU
maupun pada semua umat manusia yang lain
dan hanya padaMu aku berserah diri

Ya Allah, Ya Robbi, hapuskanlah duka kami
Engkau telah tahu siapa kami, tanpa kami mengatakannya
Ya Allah, kabulkanlah permintaan kami ini dengan segala keridlaanMU

Hasbunallah wa ni'mal wakiil, ni'mal maula wa ni'mannasyiir

Amiin